Buku

Sebuah Review Tentang Novel “After Wedding”, Pernikahan yang Berujung dengan Kebahagiaan

Ini adalah novel digital kedua yang saya baca dari penulis bernama Pradnya Paramitha. Novel digital yang pertama saya baca berjudul “Stolen Heart”. Reviewnya bisa dibaca di sini ya, Gaes! Pertama membaca blurbnya, saya langsung penasaran. Apakah novel ini juga seru seperti yang pertama saya baca?

Meskipun di novel yang kedua ini, saya sudah bisa menebak akhir dari cerita ini. Hehehe … itulah saya. Sotoy banget setiap membaca sebuah novel. Kayaknya begini nih akhirnya, mungkin tokoh utamanya akan begono. Dan hasilnya memang sesuai prediksi saya , Pemirsa! Wah, nggak seru dong berarti! Eits! Jangan salah, konflik di dalam cerita ini bikin ceritanya menjadi seru banget. Bahkan sempat membuat saya baper sebagai pembaca.

Kuy, kita ulas bareng-bareng bagaimana kelayakan novel ini.

Judul: After Wedding

Penulis: Pradnya Paramitha

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

ISBN: 978-602-02-9860-3

EISBN: 978-602-04-7034-4

Tahun terbit: 2016

Hal: 466 hal

Sumber Buku: I-Pusnas

Baca juga Review Novel lainnya di sini

Tema

Novel ini mengangkat tema tentang kehidupan seorang dosen dan chef. Nah, di sini gaya sotoy saya muncul kembali, yaitu membayangkan tokoh chef dalam novel ini adalah Chef Juna. Hahaha … duh, bisa diomelin nih saya kalau ketahuan. Habisnya tokoh chef yang digambarkan di sini memang mirip banget dengan Chef Juna.

Kehidupan pernikahan menjadi tema dalam novel ini. Romansa pernikahan dan permasalahannya memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibuat menjadi cerita utuh. Ditambah dengan wawasan tentang dunia pekerjaan yang ditekuni oleh kedua tokoh utama membuat saya menjadi tahu. Oh, begini ternyata ya. Saya jadi sering ber-Oh setiap selesai membaca bagian cerita yang mengulas kehidupan chef dan dosen.

Tokoh dan Watak Tokoh

Tokoh terdiri dari:

Reya Gayatri

Seorang dosen di sebuah universitas di Jakarta. Karirnya cukup bagus, karena mendapatkan beasiswa S2 dan S3 kemudian mengabdi menjadi dosen di kampusnya. Tokoh Reya digambarkan sebagai wanita yang mandiri, memiliki kemauan keras, dan bertanggungjawab dengan keputusan yang sudah diambilnya. Pandangan dan wawasan tokoh ini sangat kuat tergambar dari perbincangan yang melibatkan tokoh lainnya. Reya yang dalam bicaranya sangat berbobot, apalagi jika sudah berkaitan dengan hal-hal yang dia tekuni. Reya juga digambarkan sebagai wanita yang mampu berpikir jernih dan menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Walaupun, dalam novel ada bagian Reya yang terlihat plin plan dengan keputusannya.

Radina Alief Pramoedya

Tokoh utama berikutnya adalah seorang chef yang terkenal, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen yang kuat atas keputusan yang sudah diambil. Seorang tokoh yang digambarkan nyaris sempurna, meski akhirnya di tengah cerita tetap saja dia manusia yang memunyai kesalahan.  Rad –begitu dipanggil- merupakan penggambaran tokoh laki-laki yang romantis sekali kepada wanita, apalagi kepada istrinya. Nah, bagian tokoh ini bikin saya baper habis sodara-sodara! Hahahaha ….

Andini

Andini adalah sahabat dari Reya sejak masih kuliah. Tokoh yang ceplas ceplos kalau bicara tapi sayang sekali dengan sahabatnya. Meskipun sikap Andini digambarkan sebagai cewek yang pergaulannya bebas, tapi watak Andini yang selalu melindungi dan selalu ada buat sahabatnya Reya, membuat saya menyukai tokoh ini.

Kinanti

Merupakan tokoh tambahan, tokoh yang terlibat dalam masa lalu Rad dan menambah konflik dalam rumah tangga Rad dan Reya. Kinanti digambarkan sebagai tokoh yang senang sekali mengabaikan perasaan orang lain, menyepelekan orang lain, kurang mandiri, dan sifat kurang baik lainnya. Dan Kinanti ini tipe orang yang menganggap bahwa sekian tahun telah berlalu tidak akan mengubah seseorang. Dia tetap menganggap Rad 10 tahun lalu adalah Rad yang masih sama dia jumpai saat ini.

Selain tokoh di atas, ada juga tokoh tambahan seperti orangtua Reya, Rad, Jessi -nenek Rad-, Tommy sebagai sahabat Rad, dan beberapa tokoh tambahan sebagai sahabat kedua tokoh utama. Tokoh pendukung tidak saya ulas ya, Gaes!

Point of View

Novel ini ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Alurnya yang campur dengan sudut pandang orang ketiga tetap membuat novel ini enak dinikmati. Saat penulis menuliskan kisah yang sudah terlewat, tidak menimbulkan kebingungan. Karena cerita yang sudah terlewat seolah diceritak oleh tokoh dan seolah-olah kita mendengarkan cerita masa lalu dari tokoh utama.

Latar

Penulis mengambil latar lebih banyak di Jakarta. Bogor sebagai tempat tinggal Rad ditambah latar tempat di Yogyakarta sebagai kampung halaman Reya.

Konflik

Konflik yang diberikan dalam novel ini seperti kita naik Roller Coaster, naik turun dan cukup menguras emosi. Entah apa karena saya yang mudah baper sehingga setiap membaca novel pasti kebayang naik wahana permainan itu.

Seberapa greget sih, konflik yang diangkat dalam novel ini?

  1. Konflik pertama yang dimunculkan adalah saat tokoh utama dituntut untuk segera menikah oleh keluarga besarnya. Sedangkan dia baru saja memergoki pacarnya bersama wanita lainnya
  2. Konflik kedua dihadapkan pada kekacauan yang dibuat oleh tokoh utama, menggugat cerai setelah beberapa jam akad nikah berlangsung.
  3. Konflik paling besar adalah munculnya tokoh lain, yaitu Kinanti, sebagai sosok masa lalu dari Rad, yang membawa segudang masalah baru dengan anaknya serta menuntut janji yang pernah diucapkan oleh Rad.
  4. Tokoh utama kembali menggugat cerai kepada Rad setelah menyadari bahwa Rad masih mengutamakan Kinanti.

Hmm … konflik-konflik kecil lainnya juga dimunculkan dalam novel ini, tapi saya hanya memunculkan konflik utama saja.

Pesan yang Ingin Disampaikan Oleh Penulis

Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis adalah:

  1. Ketika kita akan memutuskan sesuatu yang sangat penting, hendaklah menggunakan pikiran yang jernih, meminta saran sahabat juga tidak ada salahnya.
  2. Keputusan yang sudah diambil, haruslah berkomitmen untuk melaksanakan apa yang sudah diputuskan. Istilahnya nggak boleh plin plan ya!
  3. Menghadapi permasalahan dengan kepala dingin
  4. Harus berani mengatakan tidak dengan tegas untuk kebaikan diri sendiri
  5. Bersikap jujur dan saling terbuka adalah sikap terbaik.

Setelah membaca novel ini, saya membayangkan jika saya berada di posisi tokoh utama, Reya. Apakah saya juga akan sanggup seperti Reya dalam bersikap dan menentukan keputusan atau justru saya tidak sekuat Reya? Atau malah memunculkan ending lain lagi, misalkan kembali kepada cinta lamanya yang telah mengkhianati Reya?

Hihihi … pembaca model saya memang senangnya membuat jalan cerita sendiri dan menentukan endingnya meski suka ngawur.

Nah, adakah yang sudah membaca novel ini? Jika sudah, berapa nih bintang yang layak diberikan? Saya sih, sanggup kasih empat bintang dari lima bintang. Bacaan yang asyik untuk menghabiskan malam minggu agar tidak kesepian karena kamu nggak datang. Iya, kamu!

Visits: 883
Lestari Lisa

Guru SD yang tinggal di Kabupaten Bogor, menyukai tantangan, mencintai keseruan dunia anak-anak, lalu mengekspresikannya dalam tulisan untuk sekadar berbagi pengalaman dan kebaikan.

2 Comments

  • Bety Kristianto

    Wah aku malag belom telaten baca buku online mba. Apalagi novel. Mataku cepet lelah wkwkkw maklum udah tuwirs. Tapi baca review ini keknya menarik juga ya novelnya. Emang sih kadang orang tu gak siap bahwa after life reality itu seringkali gak seindah bayangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *