review novel
Buku

Tidak Selamanya Setiap Masalah Disimpan Sendiri, Review Sebuah Novel Tentang Pelajaran Hidup

Kangen euy, ngereview sebuah novel. Kuy, kita review sebuah novel young adult di bawah ini!

Judul Buku: Mayday
Penulis: Laili Muttamimah
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-8330-9
DIGITAL: 978-602-03-8331-6
Jumlah Halaman: 344 hlm.; 20 cm
Sumber Buku: I-pusnas (perpustakaan digital)

Saya tuh kalau baca novel, suka jadi tukang ngatur-ngatur tanpa saya sadari. Harusnya begini nih, tokohnya nggak boleh begini biar kejadiannya bisa begono, atau tuh kan, karena nggak mengikuti apa kata bawelku tadi, bener kan jadinya?

Hahahaha … itu lah saya, cerewet banget kalau membaca novel yang membuat saya larut dalam cerita di dalamnya. Apalagi novel satu ini, dari awal membaca sudah bikin emosi saya campur aduk. Dari perasaaan penuh semangat trus melow baper habis sampai akhir cerita.

Gimana nggak baper coba, ketika tokoh utama sedang mengalami kejadian yang luar biasa dalam hidupnya, dia malah menyembunyikan masalah tersebut tanpa berani membicarakannya kepada orangtuanya. Bahkan tokoh utama berani mengarang sebuah cerita yang memang (tidak sepenuhnya salah juga) sudah terjadi pada sang tokoh. Tapi kejadian utama yang membuat hidup sang tokoh berubah tidak ikut diceritakan. Alasannya sih, takut membuat masalah dan membebani orangtuanya, padahal justru disembunyikannya hal tersebut malah membuat masalahnya menjadi lebih besar dan akhirnya meledak.

Tema
Tema novel ini mengangkat tentang mimpi anak remaja usai lulus SMA. Masing-masing tokoh berjuang menggapai impiannya, termasuk tokoh utama yang ingin menjadi seorang pramugari tanpa masuk perguruan tinggi seperti keinginan orangtuanya. Namun, pilihan yang sudah diambil oleh tokoh utama membuatnya bertanggungjawab untuk membuktikan kepada orangtuanya bahwa dia bersungguh-sungguh dengan pilihannya. Terbukti dengan lulusnya dia dari tes calon pramugari sebuah maskapai penerbangan terkenal di Indonesia.

Tokoh dan Watak Tokoh
Tokoh utama novel ini adalah seorang gadis lulusan SMA bernama Alana Wiratmadja. Ditambah dengan tiga tokoh pendukung sebagai sahabat Alana ketika SMA, yaitu Benji, Roby, dan Glo. Penambahan Nel sebagai sahabat terbaru Alana ketika berada di ruang karantina pelatihan menjadi pramugari. Masing-masing karakter tokoh sangat khas sebagai karakter seorang remaja yang baru lulus sekolah, penuh cita-cita dan mimpi untuk menggapai impiannya.

Alana sebagai tokoh utama memiliki watak yang cukup keras kepala, tapi berani untuk bertanggungjawab atas keputusan yang dibuatnya. Dia tahu ada resiko yang akan dia tanggung dari semua hal yang telah dia ambil dan lalui. Acung jempol dengan wataknya, meskipun untuk satu masalah besar dia tidak berterusterang sehingga membuat segalanya sedikit lebih terlambat dalam penanganan.

Roby, merupakan kekasih dari tokoh utama. Watak yang ditampilkan dalam cerita cukup menyayangi Alana, walaupun menurut saya dia tidak bijaksana dalam menanggapi cerita Alana. Justru Roby hanya menyudutkan dan ikut menyalahkan tanpa mau tahu bagaimana perasaan yang disudutkan. (Terkadang kita suka seperti ini ya? Tanpa kita sadari)

Benji, nah, ini tokoh yang merupakan sahabat Alana sejak SD. Benji digambarkan sebagai sosok yang peduli sekali dengan sahabatnya Alana ketika tokoh utama mendapatkan musibah. Justru Benji lah satu-satunya sahabat yang setia berada di samping Alana memberikan dukungan moral. Salut sama tokoh Benji! Di tengah membaca novel ini, sempat berpikir kalau Benji ini akan jatuh cinta pada Alana. Ternyata dugaan saya salah. Hahaha … itulah kalau terlalu sotoy ya.

Glo, tokoh wanita sahabat Alana sebelum terjadi perpecahan akibat masalah Alana. Glo sebagai sahabat cewek di dalam geng Alana, tidak mengambil sikap sebagai sahabat yang baik saat sahabatnya tertimpa musibah. Justru Glo bersikap sama seperti yang Roby lakukan dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari Alana.

Bagian penggambaran watak tokoh ini sungguh bikin saya gemes sekali, Pemirsa! Antara pengen ikutan nimpuk sama pengen jotos kepala tokoh-tokohnya yang tidak peduli dengan sahabatnya. Hahaha …. (Baper bacanya)

Latar
Hampir semua kejadian terjadi di daerah Jakarta. Hanya satu lokasi ketika Alana mengalami masa pelatihan sebagai calon pramugari, latar berada di Tangerang. Penulis memang begitu kurang menggambarkan latar dengan detail. Hanya menyebutkan nama lokasi sebuah tempat. Pendeskripsian tempat menurut saya biasa saja, tapi cukup familiar karena semuanya terjadi di Jakarta.

Sudut Pandang
Di dalam novel, penulis menuturkan kisahnya dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Namun, jangan khawatir, cerita yang dituliskan tetap enak dibaca meskipun sudut pandangnya orang pertama. Pembaca tetap bisa menikmati cerita seolah-olah terlibat di dalamnya.

Amanat
Banyak pesan tersirat yang dimunculkan dalam novel ini baik sebagai remaja yang akan menempuh pendidikan lebih tinggi atau sebagai orangtua.

Sebagai Anak/Remaja
1. Sebagai anak ada pesan yang sungguh mendalam, yaitu tidak menyembunyikan sebuah peristiwa besar yang terjadi dari orangtua agar orangtua bisa bertindak lebih cepat. Karena sebagai anak, bisa jadi pemikiran untuk menyelesaikan masalah sudah mentok. Namun, osebagai orangtua yang sudah banyak pengalaman pasti akan memiliki solusi dari masalah, agar masalah lebih cepat diatasi.
2. Kejar cita-cita yang diimpikan dengan usaha sungguh-sungguh. Tidak mudah menyerah dan bertanggungjawab ketika sudah mengambil sebuah keputusan. Novel ini cukup menggambarkan sikap dari tokohnya yang bertanggungjawab sekali.
3. Jika memiliki sahabat, dukunglah sahabatmu, seburuk apapun kejadian yang menimpanya tetaplah memberikan dukungan secara psikologis kepada sahabat. Bukankah sahabat memang selalu ada baik dalam keadaan suka atau duka?
4. Tidak menyudutkan seseorang dan terus menyalahkan tanpa melihat dari sudut pandang korban. Sesekali sebelum menyudutkan, marilah kita melihat dari sudut pandang orang yang disudutkan agar bisa ikut merasakan.

Sebagai Orangtua
1. Penulis mengharapkan agar orangtua tetap menjadi garda terdepan saat anak mendapatkan musibah. Menjadi pembela yang pertama dan tetap mendukung anak tanpa menyalahkan.
2. Ini amanat yang saya simpulkan sendiri ya. Sedikit lebih peka sebagai orangtua, agar kita juga tahu apa yang menimpa kepada anak. ini tergambar dari cerita dalam novel. Sang ibu sudah curiga dengan anaknya, tapi menahan diri untuk tidak bertanya lebih lanjut pada anak hanya karena anak yang tidak mau bercerita lebih jelas. Harusnya ortu lebih peka hanya dengan melihat tampilan fisik anaknya sudah bisa menerka kejadian penting apa yang sudah menimpa anaknya.

Amanat secara umum, kita harus tetap optimis dengan skenario yang telah Allah tetapkan atas diri kita. Tetap berhusnuzon dengan kejadian-kejadian meskipun itu kejadian yang dianggap buruk. Ingatlah, Allah selalu menyiapkan hadiah indah dari setiap ujian yang telah berhasil dilewati.

Kesimpulan
Jalan cerita yang penuh dengan konflik tapi sarat pesan didalamnya, membuat saya memberikan bintang 4 dari 5. Novel yang bisa dijadikan referensi bacaan bersama anak untuk selanjutnya berdiskusi. Apalagi jika anak sudah memasuki usia seperti tokoh dalam novel.

Selesai membaca ini, saya mengajak si sulung untuk berdiskusi, meskipun si kakak belum membaca novel ini. Saya hanya menceritakan secara ringkas kepada kakak. Lalu, saya tanyakan kepadanya, apa yang akan kakak lakukan jika mengalami kejadian seperti dalam tokoh? Sulung saya hanya diam, mungkin dia juga bingung harus menjawab apa. Saya akhirnya memeluk dan membisikkan kalimat kepadanya, “Mama juga akan seperti ibu dalam tokoh novel ini. Mama akan menjadi garda terdepan terhadap apapun yang terjadi pada kakak.”

Kalimat tersebut secara nggak sadar membuat saya menangis. Jujur, dalam hati saya bertanya, bisa kah saya seperti dalam ibu si tokoh? Dan ini membuat saya akan selalu berdoa, semoga Allah melindungi anak-anak saya dari bahaya dan kejahatan baik yang nampak atau tidak terlihat. Aamiin.

Nah, bagi yang penasaran dengan novelnya, silakan mengunduhnya di I-Pusnas, sebuah aplikasi perpustakaan digital. Banyak kok buku-buku bagus yang bisa dipinjam di sana, meskipun sekarang  peminjaman dibatasi hanya boleh mengunduh dua buku.

Happy Reading!

Visits: 2714
Lestari Lisa

Guru SD yang tinggal di Kabupaten Bogor, menyukai tantangan, mencintai keseruan dunia anak-anak, lalu mengekspresikannya dalam tulisan untuk sekadar berbagi pengalaman dan kebaikan.

20 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *